BAKIR USMAN: STOP INTIMIDASI PEKERJA LOKAL DAN TOLAK PHK SEPIHAK BURUH PT. WBN

SingkapNews.Com – FBTPI – Jakarta, ratusan buruh PT. Weda Bay Nikel ( WBN ) melakukan Aksi Pemalangan Perempatan Kilo 3 Desa Fidi Jaya Kec. Weda Tengah,Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, tepatnya perempatan Kilo 3 adalah jalan pulang – pergi buruh bekerja menuju kawasan Industri Nasional PT. IWIP – PT. Weda Bay Nikel (WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan perusahaan pertambangan di Kecamatan Weda Tengah.

Aksi yang di gelar pada senin 13 Juni 2022,dikikuti oleh pekerja dan dukungan para pemuda yang tergabung dari berbagai organisasidalam rangka mendukung perjuangan kawanp-kawan pekerja.

STOP INTIMIDASI PEKERJA LOKAL DAN TOLAK PHK SEPIHAK BURUH PT. WBN

Jusman Sofyan Koordinator Aksi menuturkan aksi tersebut dampak dari kebijakan perusahaan yang tidak peduli dengan kesejahteraan pekerja’’dimana kita ketahui bahwa pihak perusahaan seharusnya taat peraturan dan lebih mengkedepankan kesejahteraan pekerja local,’’ujar bung Aslan.Pada Senin,13/6/22.

Lebih lanjutnya,kami melakukan aksi tersebut dimana adanya intimidasi pekerja lokal dan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan pihak perusahaan.

Tepatnya Pukul 16.00 Wit,aksi Pemuda aksi berjalan dengan damai, membuat barisan memalang jalan raya.namun menjelang pukul 17.00 Wit,Polres Halmahera Tengah kerahkan pasukan gabungan dan anggota Tentara NasionaL 6 orang personil.

Pukul 18.30 Wit, saat pihak kepolisian mendesak agar membuka barisan aksi pemalangan, karena ratusan buruh yang akan masuk bekerja dan puluhan kendaraan masyarakat umum mengalami kemacetan panjang sekitar 100 meter lebih.

Massa aksi mendesak Pemerintah Desa Were, Desa Fidi Jaya, Desa Nur Weda, Desa Wedana dan Pemerintah Kecamatan Weda Kota agar ketemu dengan pihak perusahan soal PHK Sepihak untuk memfasilitasi mediasi dan meminta menekan perusahaan agar mempri memprioritaskan warga lokal dan tidak melakukan intimidasi dan pekerjakan kembali saudara Bakir Usman’’tutupnya Jusman Sofyan. [Marulloh]

Loading

Bagikan:
error: