Lokasi Dapur MBG 03 Kebalen Disorot, Berdampingan dengan Gudang Minyak Aktif

IMG 20260310 WA0057
‎Poto : goeglemaps
‎SINGKAP NEWS | BABELAN– Keberadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 03 Kebalen , Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah diketahui berlokasi berdampingan dengan gudang penyimpanan minyak yang masih aktif beroperasi, dan disinyalir juga bekas gudang penyimpanan produk-produk berbasis bahan kimia.

‎Nursin, Ketua Pokja Wartawan Babelan Utara menilai penggunaan bekas gudang yang berkaitan dengan bahan kimia atau aktivitas industri untuk dapur MBG sangat tidak disarankan jika tidak melalui proses sterilisasi dan sertifikasi ulang secara ketat.

‎Menurutnya, bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai gudang beebasis bahan kimia berpotensi menyisakan residu berbahaya pada dinding, lantai, maupun sistem ventilasi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko kontaminasi kimia terhadap makanan yang diproduksi.

‎“Jika bekas gudang bahan kimia digunakan sebagai dapur makanan tanpa proses dekontaminasi total dan pengujian ulang, maka potensi kontaminasi tetap ada. Ini tentu berbahaya bagi keamanan pangan,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Nursin menjelaskan bahwa dapur penyedia MBG harus memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ketat, termasuk memiliki sertifikat laik higiene, sanitasi, serta memenuhi standar keamanan pangan lainnya. Selain itu, lokasi dapur juga wajib berada di lingkungan yang bersih dan bebas dari potensi sumber pencemaran.

‎Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.

‎Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pembangunan dapur MBG tidak diperbolehkan berada di dekat sumber pencemar, seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kandang hewan, maupun lokasi yang berpotensi menimbulkan kontaminasi lingkungan.

‎Kebijakan ini diterbitkan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan bagi penerima manfaat program MBG, yang meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

‎Nursin menambahkan, apabila suatu dapur MBG tidak memenuhi standar operasional prosedur kesehatan dan keamanan pangan, Badan Gizi Nasional dapat mengambil langkah tegas, termasuk menutup operasional dapur tersebut.

‎“Keamanan pangan bagi anak-anak harus menjadi prioritas utama. Dapur MBG seharusnya berada di lingkungan yang higienis, bersih, dan bebas dari potensi limbah berbahaya,” tegasnya.

‎Berdasarkan hasil konfirmasi media online Singkap.news, dapur MBG tersebut berada di area yang berdekatan dengan lokasi operasional CV Cipta Usaha Nagari, yang diketahui merupakan pergudangan minyak dan disebut-sebut merupakan bekas gudang milik Unilever.

‎Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG. Pasalnya, makanan yang diproduksi di dapur tersebut diperuntukkan bagi siswa sekolah sebagai penerima manfaat program pemerintah.

‎Dalam keterangannya kepada Singkapnews, melalui pesan singkat WhatsApp , pihak SPPG dari  perwakilan yayasan, Ogie, menyatakan bahwa penggunaan lokasi tersebut dinilai masih diperbolehkan.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait standar kelayakan lokasi dapur MBG 03 Kebalen tersebut. (M.Ali.s)

Bagikan:
error: