
MAKASSAR – Tren fotografi menggunakan ponsel pintar (smartphone photography) yang terus berkembang di Indonesia direspons cepat oleh produsen teknologi Vivo. Berkolaborasi dengan komunitas fotografer dan traveler lokal, Vivo menggelar acara “Vivo V70 Workshop Photography” bertempat di Vivo Store Shop, Jl. Veteran Selatan, Pabaeng-baeng, Kota Makassar, pada Sabtu (14/3/2026).
Acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat serta mengasah kemampuan visual para penggiat hobi fotografi di Makassar. Melalui kegiatan ini, Vivo secara resmi memperkenalkan lini terbaru mereka, yakni vivo V70 Series yang terdiri dari dua model: vivo V70 dan vivo V70 FE. Keduanya dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengabadikan momen profesional hanya melalui genggaman ponsel.
Perwakilan Vivo, Lindar, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas fotografer di Makassar ini merupakan langkah strategis untuk membuktikan kapabilitas perangkat mobile. “Melalui kegiatan ini, Vivo ingin membuktikan bahwa menghasilkan karya foto yang profesional tidak melulu harus menggunakan kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR). Potensi tersebut kini bisa dimaksimalkan melalui perangkat smartphone,” ujar Lindar dalam sambutannya.
Sesi utama kegiatan ini menghadirkan Fotografer Profesional sekaligus Chief of Instanusantara Makassar, Shandi Hadi Saputra. Sebagai pakar yang telah meraih penghargaan internasional seperti Vivo Imagine 2025 dan OPPO Photography Awards 2025, Shandi membedah secara tuntas teknik dasar hingga tips menghasilkan karya foto kelas atas bagi para pemula.

Meski dilaksanakan di tengah bulan Ramadan, antusiasme 40 peserta yang hadir tetap tinggi. Di tengah suasana sore yang terik, Shandi tampil energetik memaparkan materi. Menjelang akhir sesi kuis berhadiah, Shandi yang hampir kehabisan suara sempat meminta para peserta untuk membaca langsung pertanyaan kuis di layar, sebuah momen yang justru menambah keakraban di dalam ruangan.
Dalam pemaparannya, Shandi menyoroti keunggulan perangkat keras (hardware) vivo V70 FE. Perangkat ini dipersenjatai Kamera Utama 200MP OIS AF dengan sensor ISOCELL HP5 berukuran 1/1.56 inci. Dukungan fitur Optical Image Stabilization (OIS) memastikan hasil foto tetap stabil dan tajam. Selain itu, terdapat Lensa Ultra Wide-Angle 8MP dengan sudut pandang 120 derajat yang ideal untuk memotret lanskap.
“V70 FE bukan sekadar ponsel berkamera besar, tapi partner traveling andalan. Fitur Multifocal Length yang mendukung jarak fokus 23mm hingga 85mm memungkinkan pengguna mengambil potret dengan standar industri fotografi profesional,” ungkap Shandi.
Selain perangkat keras, Shandi juga menekankan pentingnya teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam mengatasi kendala di lapangan. Fitur AI Travel Portrait memungkinkan pengguna mengubah suasana langit secara digital saat cuaca buruk, sementara AI Retouch dan AI Telephoto Enhance memastikan detail wajah serta objek jarak jauh (hingga 30x zoom) tetap terjaga kualitasnya.
Dari sisi filosofi, Shandi membagikan tiga pilar utama travel portrait yang baik: lokasi yang mudah dikenali, subjek yang menjadi titik fokus utama tanpa gangguan latar belakang (clean), serta kemampuan foto dalam memberikan kesan emosional atau good vibes bagi yang melihatnya.
Di pasar Indonesia, vivo V70 hadir dengan konfigurasi memori 12GB + 256GB dengan banderol harga Rp9.000.000. Sementara itu, varian vivo V70 FE tersedia mulai dari kapasitas 8GB + 256GB yang dipasarkan dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp6.500.000.
Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan hunting foto bersama menggunakan unit vivo V70 FE. Para peserta ditantang untuk mengunggah hasil karya terbaik mereka ke media sosial Instagram. Sebagai bentuk apresiasi, tiga orang pemenang kompetisi foto mendapatkan voucer spesial dari Vivo. Menjelang waktu berbuka, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian bingkisan (goodiebag) berisi takjil serta kudapan bagi seluruh peserta. [bisot]
