
SINGKAP NEWS | KAB. BEKASI — Senior Manager UP Muara Tawar, Harmanto, melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Senin (04/05/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi antara PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas arah kebijakan pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) agar semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program prioritas pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas perkembangan Proyek Giant Sea Wall (GSW) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk melindungi kawasan pesisir dari risiko banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut, yang berdampak pada kawasan industri dan jutaan penduduk di wilayah pesisir utara Jawa.
UP Muara Tawar menyampaikan perhatian terhadap sejumlah potensi dampak GSW terhadap operasional pembangkit. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain potensi perubahan pola arus laut dan sedimentasi yang dapat memengaruhi sistem pendingin pembangkit, risiko penurunan kualitas air laut yang digunakan sebagai cooling water, serta kemungkinan penyesuaian terhadap infrastruktur eksisting di kawasan pembangkit.
Menyikapi hal tersebut, UP Muara Tawar menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan pemangku kepentingan terkait, guna memastikan keberlanjutan operasional pembangkit tetap terjaga sekaligus mendukung penuh implementasi proyek strategis nasional.
Melalui pertemuan ini, Senior Manager UP Muara Tawar menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan dan tantangan lingkungan di wilayah pesisir.
“UP Muara Tawar berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, lingkungan, serta ketahanan pasokan listrik nasional,” tegas Hermanto.
(NN)

