Aksi Sigap Bea Cukai Ngurah Rai: Gagalkan Penyelundupan 1,3 Kg Kokain Jaringan Internasional di Bali

Aksi Sigap Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Kokain Jaringan Internasional di Bali

BALI – Komitmen bea cukai dalam menjaga pintu masuk Indonesia dari peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil gemilang. Melalui ketajaman insting dan kecanggihan teknik profiling, petugas Bea Cukai Ngurah Rai bekerja sama dengan Polda Bali berhasil menggagalkan penyelundupan kokain seberat 1,3 kilogram yang dibawa oleh jaringan internasional.

Keberhasilan ini diungkap secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Bali pada Sabtu (7/2). Hadir dalam acara tersebut Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Sunaryo.

Kejelian Petugas dalam Mendeteksi “False Compartment”

Drama penggagalan penyelundupan ini bermula pada Selasa (3/2) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Saat pesawat Emirates nomor penerbangan EK368 rute Sao Paulo (GRU) – Dubai (DXB) – Denpasar (DPS) mendarat, petugas bea cukai sudah dalam posisi siaga.

“Penindakan kokain ini bermula dari hasil profiling mendalam petugas bea cukai terhadap salah satu penumpang yang mencurigakan,” ujar Sunaryo mengawali kronologi kejadian.

Ketajaman analisis petugas terbukti saat pemeriksaan fisik dilakukan. Di dalam tas backpack milik penumpang tersebut, sekilas tidak tampak ada yang aneh. Namun, berkat ketelitian tingkat tinggi, petugas menemukan adanya modifikasi pada bagian dinding belakang tas atau yang dikenal dengan istilah false compartment.

“Di dalam kompartemen palsu tersebut, kami menemukan kemasan berisi serbuk putih. Setelah dilakukan uji pendahuluan dan tes laboratorium, serbuk tersebut dinyatakan positif sebagai narkotika golongan I jenis kokain,” lanjut Sunaryo.

Sinergi dan Operasi “Controlled Delivery” di Canggu

Tak berhenti pada penemuan barang bukti, bea cukai langsung berkoordinasi cepat dengan jajaran Polda Bali. Strategi controlled delivery (penyerahan di bawah pengawasan) pun disusun untuk menjerat aktor lain di balik penyelundupan ini.

Berdasarkan keterangan pelaku pertama, barang haram tersebut dijadwalkan akan diambil oleh seseorang di kawasan Umalas, Canggu—sebuah wilayah yang dikenal padat wisatawan. Tim gabungan yang terdiri dari personel bea cukai dan kepolisian bergerak dalam senyap.

Tepat pukul 21.30 WITA, tim berhasil menyergap seorang pria berkebangsaan Turki berinisial OT saat hendak mengambil paket tersebut. Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa satu kemasan plastik berisi kokain dengan berat bruto mencapai 1.328,8 gram.

Benteng Pertahanan Masyarakat dari Narkotika Lintas Negara

Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin dengan pihak bea cukai. Menurutnya, sinergi antarlembaga adalah kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkoba lintas negara yang menyasar Bali sebagai destinasi.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan bea cukai guna melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjaga kedaulatan dan kesehatan generasi bangsa,” tegas Irjen Daniel.

Senada dengan Kapolda, Sunaryo menegaskan bahwa pihak bea cukai tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi jaringan narkoba.

“Melalui sinergi yang kuat dengan aparat penegak hukum, Bea Cukai Ngurah Rai berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika yang berupaya masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

Kini, tersangka OT dan barang bukti kokain senilai miliaran rupiah tersebut telah diamankan oleh Polda Bali untuk proses hukum lebih lanjut. Keberhasilan ini tidak hanya menyelamatkan ribuan nyawa dari bahaya narkoba, tetapi juga membuktikan dedikasi tanpa henti para petugas di garda terdepan perbatasan.

Bagikan:
error: