
MAKASSAR – Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sulawesi Selatan resmi merilis laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk periode awal tahun 2026. Hingga 31 Januari 2026, realisasi belanja negara di Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp4,77 triliun. Angka ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 4,33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Sulsel sekaligus Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Martha Octavia, menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendorong penggunaan anggaran yang lebih cepat, tertib, dan berkualitas. Hal ini dilakukan melalui disiplin perencanaan yang ketat, konsistensi dalam pelaksanaan, serta pemantauan yang aktif dan solutif di lapangan.
“Capaian pendapatan negara pada Januari 2026 tetap solid di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik. Realisasi pendapatan mencapai Rp1,06 triliun atau sekitar 5,73 persen dari target tahunan,” ujar Martha Octavia dalam pemaparan kinerja APBN di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Rabu (25/02/2026).
Rincian Pendapatan dan Sektor Pajak
Pendapatan negara sebesar Rp1,06 triliun tersebut bersumber dari tiga pilar utama. Pertama, pendapatan perpajakan yang menyumbang angka terbesar yaitu Rp788,1 miliar, yang didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kedua, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp251,4 miliar yang banyak ditopang oleh penerimaan Badan Layanan Umum (BLU). Ketiga, kontribusi dari sektor Bea dan Cukai yang tercatat sebesar Rp16,8 miliar.
Martha, yang didampingi oleh Kepala Kanwil DJPb Supendi, Kepala Kanwil DJKN Wibawa Pram Sihombing, serta Kabid Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Sulselbartra Adnan Muis, menjelaskan bahwa optimalisasi belanja sejak awal tahun sangat krusial untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Alokasi Belanja untuk Pelayanan Publik
Dari total belanja Rp4,77 triliun (9,78 persen dari pagu), pemerintah mendistribusikan anggaran ke berbagai sektor strategis guna memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Beberapa alokasi penting tersebut meliputi:
- Ketertiban dan Keamanan: Rp234,24 miliar
- Pertahanan: Rp218,90 miliar
- Pendidikan: Rp143,21 miliar
- Kesehatan: Rp90,85 miliar
- Ekonomi: Rp56,16 miliar
- Agama: Rp28,09 miliar
- Lingkungan Hidup: Rp21,86 miliar
- Perlindungan Sosial: Rp1,47 miliar
- Perumahan dan Fasilitas Umum: Rp210,32 juta
“APBN siap menjadi penggerak utama pembangunan. Dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi pusat-daerah yang solid, kami optimis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” tambah Martha.
Transfer ke Daerah dan Program Kesejahteraan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Supendi, memaparkan mengenai realisasi Transfer ke Daerah (TKD). Hingga akhir Januari, penyaluran TKD telah mencapai Rp3,95 triliun atau 14,75 persen dari pagu sebesar Rp26,8 triliun. Penyaluran ini didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,86 triliun yang berfungsi sebagai pengungkit awal pelayanan publik di tingkat kabupaten/kota.
Selain itu, dukungan terhadap sektor UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menunjukkan performa impresif. Hingga Januari 2026, KUR telah tersalurkan sebesar Rp1,30 triliun dengan subsidi bunga mencapai Rp114,72 miliar. Penyaluran ini terkonsentrasi di sektor pertanian dan perdagangan, dengan distribusi terbesar berada di Kota Makassar.
Program-program strategis pemerintah lainnya yang menyentuh langsung masyarakat juga terus berjalan, di antaranya:
- Makan Bergizi Gratis: Menjangkau 1,79 juta penerima manfaat.
- Koperasi Merah Putih: Sebanyak 1.274 gerai telah aktif beroperasi.
- Ketahanan Pangan: Produksi padi mencapai 5.399.174 ton.
- Perumahan (FLPP): Penyaluran 299 unit rumah senilai Rp19,10 miliar.
- Pendidikan: Realisasi pembangunan 16 Sekolah Rakyat.
Semangat Baru Kepemimpinan
Martha Octavia, yang baru resmi bertugas di Kanwil Sulbagsel pada 4 Februari 2026, membawa semangat kebersamaan sebagai pesan utama masa baktinya. Ia mengajak seluruh jajaran di bawah Kemenkeu Satu Sulsel untuk menyatukan visi dan berinovasi demi melampaui target-target yang telah ditetapkan.
“Fokus pada kolaborasi yang solid dan inovasi berkelanjutan. Saya berharap kita semua mampu membawa Kanwil DJBC Sulbagsel dan seluruh unit Kemenkeu di Sulsel mencapai prestasi yang lebih gemilang bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. [bisot]
