
JAKARTA – Memasuki awal tahun 2026, kinerja APBN Indonesia tetap menunjukkan resiliensi di tengah fluktuasi ekonomi global. Hingga akhir Januari 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun (5,5% dari target), sementara belanja negara berada di angka Rp227,3 triliun. Di balik angka-angka tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan perlindungan masyarakat.
Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa sektor kepabeanan dan cukai menyumbang Rp22,6 triliun pada bulan pertama tahun ini. Berikut adalah rincian kontribusinya:
- Cukai: Merealisasikan Rp17,5 triliun. Meskipun terdapat kontraksi akibat penyesuaian produksi di akhir 2025, sektor ini tetap menjadi tulang punggung penerimaan.
- Bea Masuk: Mencapai Rp3,7 triliun. Angka ini dipengaruhi oleh dinamika perdagangan internasional dan pemanfaatan skema Free Trade Agreement (FTA).
- Bea Keluar: Mengumpulkan Rp1,4 triliun, yang sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas global seperti Crude Palm Oil (CPO).
Lebih dari Sekadar Angka: Fungsi Pelindungan Masyarakat
Banyak yang mengira tugas Bea Cukai hanya memungut pajak, namun fungsi Community Protector justru menjadi garda terdepan. Hingga Januari 2026, Bea Cukai telah melakukan tindakan nyata:
- Gempur Rokok Ilegal: Sebanyak 1.243 penindakan dilakukan dengan total barang bukti 249 juta batang rokok. Jumlah ini melonjak drastis 295,9% dibandingkan tahun lalu. Pengawasan ini penting untuk memastikan persaingan usaha yang sehat dan melindungi penerimaan negara dari kebocoran cukai.
- Pemberantasan Narkotika: Berhasil menggagalkan peredaran 0,21 ton narkoba melalui 95 penindakan (naik 111,7% yoy). Ini adalah langkah konkret melindungi generasi muda dari ancaman zat terlarang.
“APBN adalah instrumen utama untuk menjaga daya beli dan membiayai pembangunan. Kolaborasi masyarakat sangat penting bagi kami dalam menjalankan tugas pengawasan ini,” ujar Budi Prasetiyo.
Optimisme Ekonomi Domestik
Di tengah tantangan global, indikator ekonomi domestik seperti inflasi yang terkendali dan pertumbuhan penjualan ritel memberikan angin segar. Bea Cukai berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat guna memastikan APBN tetap sehat dan tepat sasaran. [bisot]
