
BABELAN BEKASI – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit air di aliran Kali Bekasi. Merespons kondisi siaga tersebut, Kepala Desa Kedung Pengawas, H. Nasarudin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke titik rawan luapan air di depan Perumahan Pondok AFI 1, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, pada 20 Februari 2026.
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan infrastruktur tanggul buatan yang telah disiapkan mampu menahan laju air, mengingat sebagian area di wilayah tersebut sudah mulai tergenang. Dalam peninjauan ini, H. Nasarudin menegaskan bahwa keselamatan warga Pondok AFI 1 menjadi prioritas utama di tengah ancaman banjir musiman yang kerap melanda wilayah bantaran sungai.
Evaluasi Ketangguhan Tanggul Darurat di Pondok AFI 1
Didampingi oleh pengurus RT setempat dan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Kedung Pengawas, H. Nasarudin menyisir sepanjang bantaran kali yang berbatasan langsung dengan pemukiman. Fokus utama sidak ini adalah mengevaluasi efektivitas pemasangan gundukan pasir (sandbags) yang telah ditempatkan di titik-titik krusial sebagai penahan aliran air yang meluap.
“Kami melakukan sidak ini untuk mengevaluasi kondisi terkini dan memastikan langkah-langkah penanganan berjalan sesuai rencana, serta memberikan bantuan yang diperlukan bagi warga yang terdampak,” ujar H. Nasarudin di sela-sela kegiatannya memantau arus air.
Menurutnya, penggunaan tanggul buatan dari karung pasir merupakan langkah darurat yang paling memungkinkan dilakukan saat ini untuk mencegah air masuk lebih dalam ke area Pondok AFI 1. Ia juga memeriksa kestabilan tanah di sekitar tanggul guna mengantisipasi adanya potensi longsor atau rembesan yang dapat memperparah genangan di akses jalan utama perumahan.
Sinergi Bersama Linmas dan Pengurus Lingkungan
Kehadiran Satuan Linmas dalam sidak ini bukan sekadar pendampingan, melainkan bagian dari skema tanggap darurat desa. H. Nasarudin memberikan instruksi langsung kepada personel Linmas untuk tetap siaga 24 jam di lokasi-lokasi rawan sekitar perumahan. Peran Linmas dinilai vital dalam memberikan informasi real-time mengenai kenaikan debit air kepada pihak Pemerintah Desa agar langkah antisipasi bisa diambil lebih dini.
Selain itu, koordinasi dengan pengurus RT di Pondok AFI 1 juga diperkuat. Hal ini dilakukan agar skema evakuasi mandiri dapat berjalan dengan cepat jika sewaktu-waktu level air mencapai titik bahaya. Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan lingkungan, dan warga menjadi kunci dalam meminimalisir kerugian materi maupun risiko lainnya.
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan
Pemerintah Desa Kedung Pengawas menegaskan bahwa penanganan banjir tidak berhenti pada pemasangan tanggul darurat saja. Pihak desa telah menyiapkan tim monitoring yang akan melakukan pemantauan berkala terhadap fluktuasi air Kali Bekasi, yang dikenal memiliki karakteristik arus yang sangat deras saat kiriman dari hulu (Bogor) tiba.
“Kita akan tetap mengawasi perkembangan kondisi Kali Bekasi dan siap mengambil langkah cepat jika ada potensi bahaya tambahan,” tambah H. Nasarudin dengan tegas.
Ia juga mengimbau kepada seluruh warga Desa Kedung Pengawas, khususnya yang bermukim di unit-unit terdepan Pondok AFI 1, untuk tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang berharga serta dokumen penting. Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait jika situasi memerlukan bantuan darurat lebih lanjut.
Harapan Warga Pondok AFI 1
Warga Perumahan Pondok AFI 1 menyambut baik kehadiran langsung Kepala Desa di tengah situasi sulit ini. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi jangka panjang, seperti normalisasi kali secara menyeluruh atau pembangunan tanggul permanen yang lebih kokoh, agar kekhawatiran akan banjir tidak selalu menghantui setiap kali musim penghujan mencapai puncaknya.
Dengan adanya sidak ini, diharapkan seluruh elemen desa dapat bekerja sama lebih solid dalam menghadapi tantangan alam, sekaligus memastikan bahwa Desa Kedung Pengawas, khususnya wilayah Pondok AFI 1, tetap terpantau dan aman bagi seluruh warganya. [Bisot]
