Wujudkan Lingkungan Asri, Lapas Cikarang Gandeng Narapidana Gelar Aksi Bersih-Bersih

Lapas Kelas IIA Cikarang Kerja Bakti Bersikan Lingkungan Sekitar Bersama Warga Binaan

KABUPATEN BEKASI – Masalah sampah dan penataan lingkungan pemukiman maupun perkantoran kini menjadi prioritas nasional. Menanggapi urgensi tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang mengambil langkah konkret dengan menggelar aksi kerja bakti massal atau yang akrab disebut “korve” pada Selasa (03/02/2026). Aksi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya gerakan kebersihan secara masif di seluruh lapisan instansi pemerintah.

Pagi itu, suasana di sekitar area Lapas Kelas IIA Cikarang tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, puluhan personel yang terdiri dari pejabat struktural, staf administratif, hingga petugas pengamanan telah berkumpul dengan perlengkapan kebersihan lengkap. Tidak ketinggalan, 10 orang warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi kebersihan turut diterjunkan sebagai bagian dari integrasi sosial dan pengabdian masyarakat.

Menjawab Tantangan Presiden dengan Aksi Nyata

Pelaksanaan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Zecha Arya Dwinanto. Dalam arahannya, Zecha menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah cermin dari kedisiplinan sebuah institusi. Sesuai dengan arahan Presiden, kementerian dan lembaga negara diwajibkan menjadi pelopor dalam menjaga ekosistem sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada publik.

“Kami tidak ingin hanya sekadar menjalankan instruksi di atas kertas. Arahan Presiden mengenai penanganan sampah secara masif kami terjemahkan ke dalam aksi nyata di lapangan. Di Lapas Cikarang, kami menanamkan bahwa kebersihan adalah bagian dari budaya kerja yang harus dijunjung tinggi oleh setiap petugas,” tegas Zecha di sela-sela kegiatannya.

Lapas Kelas IIA Cikarang Kerja Bakti Bersikan Lingkungan Sekitar

Fokus Pembersihan: Aliran Sungai dan Area Publik

Titik fokus kegiatan korve kali ini adalah area luar Lapas yang berbatasan langsung dengan akses publik. Salah satu sasaran utamanya adalah pembersihan aliran sungai yang terletak tepat di depan gerbang utama Lapas Kelas IIA Cikarang. Seiring waktu, aliran sungai tersebut mulai dipenuhi ilalang liar dan tumpukan sampah plastik yang terbawa arus, yang jika dibiarkan dapat memicu penyumbatan dan merusak estetika lingkungan.

Dengan semangat gotong royong, petugas dan warga binaan bahu-membahu membabat rumput liar, mengangkut sedimen yang menghambat aliran air, serta memilah sampah organik dan anorganik. Kehadiran para narapidana asimilasi dalam kegiatan ini memberikan warna tersendiri. Hal ini membuktikan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas telah berhasil menumbuhkan rasa kepedulian sosial, sehingga mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat bahkan sebelum masa pidana mereka berakhir.

Membangun Budaya Keteladanan

Selain dampak fisik berupa lingkungan yang lebih rapi dan asri, Zecha Arya Dwinanto menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah pembangunan karakter. Menurutnya, keteladanan harus dimulai dari level pimpinan. Dengan turunnya para Pejabat Struktural ke lapangan untuk memegang sapu dan sabit, diharapkan dapat memotivasi seluruh staf dan warga binaan untuk memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap tempat kerja mereka.

“Harapan kami sederhana namun mendalam: terciptanya lingkungan kerja yang nyaman akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat. Jika lingkungan kantor bersih dan tertata, pikiran pegawai pun akan lebih jernih dalam bekerja,” tambah Zecha.

Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan yang berakhir menjelang siang hari ini menghasilkan perubahan signifikan pada wajah depan Lapas Kelas IIA Cikarang. Sungai yang tadinya tertutup semak kini terlihat bersih, dan area pedestrian di sekitarnya tampak lebih lapang. Namun, pihak Lapas menegaskan bahwa aksi ini bukanlah kegiatan sekali jalan.

Lapas Kelas IIA Cikarang berkomitmen untuk menjadikan aksi korve ini sebagai agenda berkala. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menciptakan Indonesia Bersih, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dengan warga sekitar melalui aksi-aksi sosial yang bermanfaat langsung bagi lingkungan hidup. [bisot]

Bagikan:
error: