Bingkai Berbagi Ramadan 2026: Saat Lensa Fotografer Bicara Kemanusiaan di Bumi Massenrempulu

Bingkai Berbagi Ramadan 2026: Saat Lensa Fotografer Bicara Kemanusiaan di Bumi Massenrempulu

ENREKANG – Cahaya keemasan matahari sore itu perlahan turun menyentuh puncak-puncak pegunungan yang memagari Kabupaten Enrekang. Di sebuah sudut terpencil, tepatnya di Kampung Kalumpang Kajucolo, Kecamatan Baraka, suasana tidak hanya dihiasi oleh keelokan alam, tetapi juga oleh tawa riang anak-anak dan bunyi shutter kamera yang saling bersahutan.

Pada Kamis, 12 Maret 2026, sebuah kolaborasi lintas komunitas pecah di Bumi Massenrempulu. Instanusantara Makassar (IN Makassar) bersinergi dengan Komunitas Foto Video Massenrempulu (KFV Massenrempulu) menggelar aksi bertajuk “Bingkai Berbagi Ramadan 2026 Part 2”. Ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul fotografer, melainkan sebuah gerakan bertajuk Charity Photowalk yang memadukan estetika visual dengan kepedulian sosial.

Fotografi sebagai Jembatan Empati

Konsep Charity Photowalk yang diusung kali ini terasa sangat tematik. Di bawah langit Enrekang yang biru bersih, para fotografer tidak hanya berburu angle terbaik dari lanskap pedesaan, tetapi juga mencoba menangkap esensi Ramadan melalui interaksi manusia.

Fokus utama kegiatan ini adalah Panti Asuhan ADNIN. Bagi masyarakat setempat, panti ini memiliki cerita perjuangan yang mendalam setelah sempat mengalami musibah kebakaran hebat pada 20 April 2025 silam. Kehadiran komunitas IN Makassar dan KFV Massenrempulu seolah menjadi penyejuk sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam masa pemulihan.

“Kreativitas untuk kepedulian, komunitas untuk kebermanfaatan. Itulah ruh dari kegiatan ini,” ujar salah satu koordinator lapangan. Melalui lensa, para peserta mendokumentasikan momen-momen autentik: anak-anak panti yang tengah tekun mengaji, canda tawa mereka di selasar panti, hingga kesibukan menyiapkan hidangan berbuka. Momen-momen ini menjadi cerita visual yang kuat, menunjukkan bahwa fotografi bisa menjadi media penyampai pesan empati yang lebih efektif daripada sekadar kata-kata.

Bingkai Berbagi Ramadan 2026 Saat Lensa Fotografer Bicara Kemanusiaan di Bumi Massenrempulu

Sinergi Tanpa Batas: Makassar, Enrekang, hingga Pinrang

Kehangatan acara ini semakin terasa dengan hadirnya anggota komunitas dari berbagai daerah. Meski tajuk utamanya adalah kolaborasi IN Makassar dan KFV Massenrempulu, semangat ini menular hingga ke tetangga sebelah. Beberapa anggota komunitas fotografer dari Kabupaten Pinrang turut menempuh perjalanan jauh demi bergabung dalam aksi sosial ini.

Kehadiran para pegiat visual dari berbagai latar belakang ini membuktikan bahwa hobi yang sama dapat menjadi perekat silaturahmi yang kokoh. Mereka berkumpul bukan untuk pamer alat, melainkan untuk berbagi energi positif di bulan suci. Partisipasi berbasis donasi sukarela menjadi tiket masuk bagi setiap peserta, di mana seluruh dana yang terkumpul didedikasikan sepenuhnya untuk kebutuhan adik-adik di panti asuhan dan operasional buka puasa bersama.

Mengubah Cahaya Menjadi Harapan: Donasi dan Dukungan

Puncak dari kegiatan ini adalah penyaluran bantuan yang telah digalang selama beberapa waktu. Berkat dukungan para donatur, sponsor, dan urunan sukarela dari para anggota komunitas, Bingkai Berbagi Ramadan 2026 berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.027.023.

Angka tersebut bukan sekadar nilai nominal, melainkan representasi dari kepedulian kolektif. Selain bantuan tunai, senyum anak-anak Panti Asuhan ADNIN semakin merekah saat menerima 55 paket goodybag dari Wingsfood. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan keceriaan tambahan bagi mereka yang sedang berjuang menata kembali kehidupan pasca-musibah kebakaran tahun lalu.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan IN Makassar dan KFV Massenrempulu kepada pengurus panti. Suasana haru dan syukur menyelimuti prosesi tersebut, menandakan betapa berartinya dukungan sekecil apa pun bagi kelangsungan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak panti.

Menutup Hari dengan Kehangatan Buka Puasa Bersama

Seiring dengan berkumandangnya azan Magrib yang menggema di antara lembah-lembah Baraka, rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama. Di atas hamparan tikar sederhana, para fotografer, pengurus panti, dan anak-anak duduk melingkar. Tidak ada sekat antara pemegang kamera mahal dan mereka yang sedang dibantu. Semuanya melebur dalam suasana kekeluargaan yang tulus.

Kegiatan ini meninggalkan pesan mendalam bagi dunia kreatif di Sulawesi Selatan. Bahwa kamera, di tangan yang tepat, bukan hanya alat untuk merekam realitas, tetapi juga alat untuk mengubah realitas menjadi lebih baik.

Harapannya, Bingkai Berbagi Ramadan tidak berhenti di tahun 2026 saja. Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas lain di berbagai pelosok daerah untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Karena pada akhirnya, karya fotografi terbaik bukanlah yang paling tajam gambarnya, melainkan yang paling mampu menyentuh hati pembacanya. [bisot/ollie]

Bagikan:
error: