Sinergi Mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi dan Orang Tua Cegah Stunting

InCollage 20260424

SINGKAP NEWS | Pagi itu di kawasan Babelan, Bekasi, suasana TK-IT Generasi Emas tampak lebih sibuk dari biasanya. Jarum jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi pada Jumat, 24 April 2026, namun antusiasme sudah terpancar dari wajah para orang tua dan pendidik yang berkumpul.

Mereka hadir bukan sekadar untuk mengantar anak sekolah, melainkan untuk menyerap ilmu dalam Seminar Parenting Stunting yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi PG PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti Bekasi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana dunia kampus turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyentuh isu krusial yang menentukan masa depan bangsa.

Menelisik Akar Stunting di Meja Makan Keluarga

Seminar yang mengusung tema pentingnya gizi seimbang ini menghadirkan Lia Kurniawaty, seorang praktisi pendidikan yang telah lama bergelut dengan isu tumbuh kembang anak. Dalam narasinya yang memukau, Lia membongkar persepsi umum bahwa stunting hanyalah persoalan fisik semata.

Ia menekankan dengan lembut namun tegas bahwa di balik tubuh yang pendek, terdapat pertaruhan besar mengenai kualitas kesehatan, ketajaman kecerdasan, hingga masa depan anak tersebut.

Ruang kelas pun mendadak hening saat ia menjelaskan bahwa setiap suapan nutrisi dan pola asuh yang diberikan orang tua di rumah adalah investasi panjang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga unggul secara karakter.

Harapan untuk Masa Depan Generasi Emas

Kartini, selaku Kepala Sekolah TK-IT Generasi Emas, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat memberikan sambutan di tengah acara. Baginya, kehadiran mahasiswa Universitas Panca Sakti Bekasi membawa angin segar sekaligus tambahan wawasan yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua di lingkungannya.

Senada dengan hal tersebut, Pembina sekolah, Jamaludin, juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para mahasiswa yang telah bersedia berbagi ilmu. Ia berharap pengetahuan yang dibagikan tidak berhenti menjadi catatan di buku saja, melainkan berubah menjadi aksi nyata di dapur-dapur rumah para wali murid.

Membangun Fondasi Kokoh Sejak Usia Dini

Sepanjang acara berlangsung, interaksi antara narasumber dan peserta menciptakan suasana diskusi yang hangat namun tetap mendalam. Para orang tua diajak untuk memahami faktor risiko stunting dan bagaimana langkah pencegahan sejak dini dapat dilakukan melalui manajemen gizi yang tepat.

Seminar ini pada akhirnya bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membangun fondasi generasi masa depan Indonesia yang lebih berkualitas.

Dengan kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan, akademisi, dan keluarga, cita-cita untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang cerdas dan berkarakter kuat kini terasa semakin dekat untuk dicapai. [bisot]

Bagikan:
error: