Bea Cukai Sulbagsel dan Disperindag Sulsel Bersinergi Dorong Potensi Ekspor Komoditas Lokal

Kanwil Bea Cukai Sulbagsel dan Disperindag Sulsel Bersinergi Dorong Potensi Ekspor Komoditas Lokal

MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) menggelar audiensi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Selatan guna membahas strategi peningkatan potensi ekspor daerah.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Matano, Gedung Keuangan Negara (GKN) Sulawesi Selatan, Makassar, pada Senin (13/4). Fokus utama diskusi ini adalah memperkuat sinergi antara otoritas kepabeanan dan pemerintah daerah dalam memberdayakan komoditas lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Fokus pada Pemberdayaan UMKM

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel, Alimuddin Lisaw, menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi ini bertujuan untuk memetakan kembali komoditas unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki nilai jual tinggi di luar negeri.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Andri Waskito, memaparkan berbagai insentif dan fasilitas ekspor yang disediakan Bea Cukai, terutama yang menyasar sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Tujuan strategis kami adalah menciptakan ekosistem ekspor yang terintegrasi. Kami ingin memastikan komoditas lokal tidak hanya siap secara kualitas, tetapi juga didukung oleh regulasi yang memudahkan mereka menembus pasar global,” ujar Andri.

Hapus Hambatan Teknis

Pihak Disperindag Provinsi Sulsel menyambut baik langkah koordinasi ini. Delegasi Disperindag dipimpin oleh Sekretaris Dinas, Ir. Nining Wahyuni, ST, MT, didampingi Plt. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Kirana Annisha Halim, SH, serta Analis Perdagangan Ahli Muda, Munarti, ST, MM.

Bea Cukai Sulbagsel dan Disperindag Sulsel Bersinergi Dorong Potensi Ekspor Komoditas Lokal

Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi intensif adalah kunci untuk membedah hambatan di lapangan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kendala yang bersifat teknis maupun administratif yang selama ini dialami para pelaku usaha dapat segera diatasi melalui kebijakan yang saling mendukung.

Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan devisa ekspor Sulawesi Selatan sekaligus memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi para eksportir di wilayah Sulbagsel. [bisot]

Bagikan:
error: