Muskerda I HTCI Sultanbatara: Dari Pangkep Menuju Jamnas 2027 di Bulukumba

Muskerda I HTCI Sultanbatara

Deru mesin Honda Tiger yang khas membelah kesunyian Kabupaten Pangkep pada Minggu pagi, 19 April 2026. Bukan sekadar rolling thunder biasa, kehadiran para penunggang besi legendaris ini membawa misi besar bagi masa depan organisasi. Bertempat di Villa Sahabat, suasana hangat penuh persaudaraan menyelimuti gelaran Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Pengda HTCI Sultanbatara.

Momen ini bukan hanya tentang berkumpulnya hobi yang sama, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang integritas dan ambisi besar untuk membawa nama Sulawesi ke kancah nasional.

Pengukuhan Pengurus Pengda Baru: Mengusung Panji Integritas

Di bawah langit Pangkep, sebuah babak baru dimulai. Pengurus Daerah Honda Tiger Club Indonesia (HTCI) Sultanbatara (Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara) resmi memulai masa bakti 2026–2028. Bro M. Amin (Neopatric) secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengda, memegang tongkat estafet kepemimpinan dengan visi yang tajam.

Tema yang diusung pun tidak main-main: “Bekerja, Berkarya & Berintegritas Dalam Organisasi”. Prosesi pelantikan terasa sakral dengan kehadiran perwakilan Pengurus Pusat (PP) HTCI, yakni Bro Franz (Wakil Sekjen PP-HTCI) dan Bro Arock (Bidang Program Kerja PP-HTCI).

Dalam sambutannya yang menggugah, Bro Mhamat selaku Dewan Penasehat mengingatkan bahwa menjadi bagian dari HTCI adalah tentang tanggung jawab sosial.

“Organisasi otomotif sebesar HTCI harus mampu menunjukkan bahwa hobi bukan hanya soal berkendara, tetapi soal kontribusi nyata dan menjaga nama baik komunitas di mata masyarakat,” tegasnya.

Muskerda HTCI sultanbatara 2026 pangkep

Sinergi 14 Klub: Kekuatan Kolektif Sultanbatara

Mukerda I ini menjadi saksi betapa solidnya hubungan antar-klub di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Sebanyak 14 dari 19 klub anggota hadir membawa aspirasi masing-masing. Diskusi yang berlangsung di Cafe Sahabat tersebut tidak hanya membahas agenda internal, tetapi juga bagaimana setiap klub bisa menjadi agen perubahan khususnya berlalu lintas yang tertib minimal di daerahnya.

Bro Amin menekankan bahwa profesionalisme adalah kunci. Dalam dua tahun ke depan, fokus utama kepengurusan adalah memperkuat struktur internal, memperbanyak aksi sosial yang berdampak, serta memastikan silaturahmi antar-wilayah tetap terjaga tanpa sekat.

Membidik Sejarah: Jamnas HTCI 2027 di “Bumi Panrita Lopi”

Namun, dari sekian banyak agenda yang dibahas, ada satu ambisi yang membuat suhu ruangan semakin bersemangat: Usulan menjadi tuan rumah Jambore Nasional (Jamnas) HTCI 2027.

Jika biasanya Jamnas menjadi ajang temu kangen ribuan pengguna Honda Tiger se-Indonesia, kali ini Sultanbatara ingin memberikan pengalaman yang berbeda dengan membidik Kabupaten Bulukumba sebagai lokasi utama. Pemilihan Bulukumba bukanlah sebuah kebetulan. Wilayah yang dijuluki “Bumi Panrita Lopi” ini memiliki daya tarik magis yang sulit ditolak.

Mengapa Bulukumba?

 1. Daya Tarik Wisata Dunia: Dengan ikon Pantai Bira yang berpasir putih selembut bedak dan eksotisme Titik Nol Sulawesi, Bulukumba adalah panggung yang sempurna untuk menyambut ribuan “Macan” dari seluruh Nusantara.

 2. Dampak Ekonomi Lokal: HTCI Sultanbatara ingin membuktikan bahwa komunitas motor adalah penggerak ekonomi. Dengan ribuan peserta yang hadir, sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa wisata di Bulukumba dipastikan akan menggeliat hebat.

 3. Promosi Budaya: Mengenalkan budaya pembuatan perahu Pinisi kepada para bikers nasional menjadi misi kebudayaan yang mulia.

Harapan dan Langkah ke Depan

Langkah menuju Jamnas 2027 memang masih panjang dan membutuhkan restu dari Pengurus Pusat. Namun, melalui Mukerda I di Pangkep ini, fondasi itu telah diletakkan. Semangat “Bekerja, Berkarya, dan Berintegritas” bukan lagi sekadar tulisan di spanduk, melainkan api semangat yang dibawa pulang oleh setiap perwakilan klub ke daerah masing-masing.

Bagi masyarakat Sulawesi, ini adalah kabar baik. Sebuah organisasi besar siap bersinergi untuk memajukan daerah. Bagi para pecinta otomotif, ini adalah sinyal bahwa eksistensi Honda Tiger tetap abadi, dijaga oleh orang-orang yang mengedepankan persaudaraan di atas segalanya.

Sampai jumpa di aspal Sulawesi, dan mari kita nantikan “Macan-Macan” nusantara mengaum di pesisir Bulukumba pada 2027 mendatang!. [bisot]

Bagikan:
error: