
CIKARANG PUSAT – Kabar membanggakan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi. Lembaga pengelola zakat ini kembali membuktikan taringnya dalam hal transparansi keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun anggaran 2025.
Capaian ini bukan sekadar predikat di atas kertas, melainkan manifestasi dari janji Baznas untuk mengelola dana umat secara profesional dan akuntabel. Penyerahan hasil audit ini dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dr. Agus Widarsono, Ak., CA., CPA & Rekan pada Kamis (29/1/2026) di kantor pusat Baznas Kabupaten Bekasi.
Makna di Balik Predikat WTP: Bersih dan Sesuai Aturan
Bagi sebuah lembaga publik, opini WTP adalah standar tertinggi dalam audit keuangan. Hal ini menandakan bahwa laporan keuangan yang disajikan bebas dari salah saji material dan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku ketat di Indonesia.
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, S.E., mengungkapkan bahwa proses audit ini dilakukan secara menyeluruh oleh auditor independen. Fokus utama audit meliputi penggunaan dana hibah APBD yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada lembaga tersebut.
“Alhamdulillah, hasil audit menunjukkan bahwa penggunaan anggaran hibah kami benar-benar sesuai dengan MoU dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Ini artinya, setiap rupiah yang kami gunakan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan regulasi,” ujar Aminnulloh dengan nada syukur.
Penggunaan dana tersebut mencakup berbagai pos krusial, mulai dari biaya operasional lembaga, pelaksanaan rapat kerja, hingga kegiatan sosialisasi agar masyarakat semakin melek akan pentingnya zakat. Aminnulloh menegaskan bahwa kepatuhan terhadap koridor aturan adalah harga mati bagi jajarannya.
Kepercayaan Umat: Realisasi Zakat Tembus Rp26,3 Miliar
Salah satu indikator paling nyata dari keberhasilan sebuah lembaga zakat adalah besarnya dana yang berhasil dihimpun. Jika masyarakat percaya, mereka tidak akan ragu menitipkan hartanya. Hal inilah yang tercermin pada rapor keuangan Baznas Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data yang dirilis, Baznas Kabupaten Bekasi berhasil mencatatkan kinerja penghimpunan yang impresif. Dari target awal sebesar Rp24 miliar, realisasinya melonjak hingga mencapai Rp26,3 miliar.
Pencapaian yang melampaui target ini menjadi bukti sahih bahwa tingkat literasi dan kepercayaan warga Bekasi, para pengusaha, hingga ASN di lingkungan Pemkab Bekasi terus meroket. Dana yang terhimpun tersebut kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui enam pilar program utama:
- Bekasi Cerdas: Membantu anak-anak kurang mampu agar tetap bisa sekolah.
- Bekasi Sehat: Memberikan akses pengobatan bagi warga dhuafa.
- Bekasi Peduli: Hadir di tengah bencana dan kondisi darurat kemanusiaan.
- Bekasi Mandiri: Memberikan kail berupa modal usaha bagi UMKM.
- Bekasi Takwa: Mendukung dakwah dan perbaikan sarana ibadah.
- Bekasi Permata: Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) kami salurkan tepat sasaran melalui enam program tersebut agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh umat yang membutuhkan,” tambah Aminnulloh.
Menyongsong 2026 dengan Target Rp27 Miliar
Berbekal hasil audit WTP dan tren positif penghimpunan tahun lalu, Baznas Kabupaten Bekasi kini menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Tidak tanggung-tanggung, mereka mematok target penghimpunan sebesar Rp27 miliar untuk tahun berjalan ini.
H. Aminnulloh berharap, predikat WTP ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh staf dan jajaran pengurus untuk bekerja lebih keras lagi. Ia ingin memastikan bahwa Baznas bukan hanya menjadi lembaga yang “aman secara kertas”, tetapi juga “aman secara manfaat”.
Prinsip 3 Aman (Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI) tetap menjadi kompas utama dalam setiap langkah kebijakan yang diambil. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan.
“WTP ini bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bagi kami agar terus menjaga amanah dan meningkatkan pelayanan kepada umat. Kami ingin kebermanfaatan Baznas bisa dirasakan lebih luas lagi oleh masyarakat Bekasi di tahun 2026 ini,” tutupnya.
Dengan sinergi yang kuat antara transparansi audit dan dukungan penuh dari para pembayar zakat (muzaki), Baznas Kabupaten Bekasi optimis mampu terus berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun daerah melalui kekuatan ekonomi umat. [bisot]
