
MAKASSAR – Di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompetitif, dukungan pemerintah terhadap sektor industri manufaktur menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekspor nasional. Menyadari hal tersebut, Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima melalui kunjungan kerja strategis ke salah satu pemain utama industri mebel di Makassar, PT Maruki International Indonesia.
Bertempat di kawasan industri Jl. Bontole, KIMA, Kapasa Tamalanrea, pada Rabu (13/05/2026), jajaran Bea Cukai Sulbagsel melaksanakan agenda bimbingan kepatuhan dan penyuluhan fasilitas Kawasan Berikat. Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya proaktif untuk memastikan bahwa fasilitas negara yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Membedah Keunikan Butsudan: Produk Lokal Berstandar Internasional
PT Maruki International Indonesia bukanlah perusahaan manufaktur biasa. Perusahaan ini memiliki spesialisasi unik, yakni memproduksi Butsudan. Bagi masyarakat Jepang, Butsudan merupakan furnitur religius yang sangat sakral; berfungsi sebagai altar doa dalam agama Shinto serta tempat penyimpanan abu jenazah leluhur.
Keunikan industri ini terletak pada pasar sasarannya yang sangat spesifik, di mana 100% produk hasil rakitan tangan-tangan terampil di Makassar ini diekspor langsung ke Negeri Sakura. Hal ini menjadikan PT Maruki sebagai salah satu pilar ekspor Sulawesi Selatan yang konsisten menyumbang devisa negara melalui produk bernilai tambah tinggi.

Memperkuat Kepatuhan dan Digitalisasi Pengawasan
Kunjungan tim Bea Cukai Sulbagsel disambut langsung oleh Direktur PT Maruki International Indonesia, A. Muh Amin. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang diskusi mendalam mengenai kewajiban kepabeanan bagi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat.
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam bimbingan teknis tersebut antara lain:
- Optimalisasi IT Inventory: Memastikan sistem pencatatan barang masuk dan keluar terintegrasi secara real-time untuk transparansi data.
- Pengawasan CCTV: Memastikan sistem keamanan visual mencakup seluruh titik krusial sesuai dengan standar ketentuan kepabeanan.
- Pemutakhiran Regulasi: Sosialisasi aturan terbaru guna meminimalisir kesalahan administratif yang dapat menghambat proses distribusi barang.
Wujud Nyata Trade Facilitator dan Industrial Assistance
Kepala kantor Bea Cukai Sulbagsel melalui perwakilannya menegaskan bahwa pemberian fasilitas Kawasan Berikat merupakan implementasi nyata dari fungsi utama Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan kemudahan bagi industri. Dengan kepatuhan yang terjaga, efisiensi operasional perusahaan akan meningkat, yang pada akhirnya akan mendongkrak daya saing produk lokal di pasar internasional,” ujar perwakilan Bea Cukai Sulbagsel dalam pertemuan tersebut.
Melalui sinergi yang kuat antara regulator dan pelaku usaha, diharapkan hambatan logistik dan birokrasi dapat dipangkas seminimal mungkin. Dukungan ini menjadi angin segar bagi PT Maruki International Indonesia untuk terus mengembangkan sayapnya, membuktikan bahwa produk buatan Makassar mampu memenuhi standar kualitas dan spiritualitas tinggi masyarakat Jepang.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan profesionalisme, demi mewujudkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan. [bisot]
