
Langkah besar tertoreh dari bumi Borneo tatkala para pelaku usaha kecil dan menengah di Kalimantan Timur membuktikan kapasitas mereka di kancah internasional. Tanggal 12 September 2026 menjadi babak baru yang sarat makna bagi para perajin dan produsen lokal di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), serta Kabupaten Paser. Di tengah ketatnya persaingan global, produk-produk lokal yang lahir dari tangan-tangan terampil anak bangsa kini sukses melenggang ke pasar mancanegara, membawa serta kebanggaan identitas daerah.
Perjalanan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari ketekunan para pelaku usaha dalam membaca peluang serta mengolah potensi lokal yang kerap dipandang sebelah mata. Dua kisah sukses utama yang dilepas langsung dari Balikpapan pada hari tersebut menjadi bukti nyata betapa kayanya inovasi produk daerah.
Kisah pertama datang dari Koperasi Kriya Inovasi Mandala yang berhasil membaca peluang ekonomi sirkular dari limbah sabut kelapa. Melalui proses pengolahan yang cermat dan berstandar tinggi, mereka menyulap limbah tersebut menjadi cocopeat block—sebuah media tanam organik yang sangat dicari oleh industri agrikultur modern di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, pelepasan perdana ini mencatat volume pengiriman sebesar 23 ton dengan nilai devisa mencapai USD 7.360 dengan Taiwan sebagai negara tujuan utama. Pencapaian ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa komoditas skala kecil kesulitan menembus standar ketat industri agrikultur global.
Tidak kalah membanggakan, sektor industri pengolahan berbasis kearifan lokal turut unjuk gigi melalui langkah PT Bungas Food Nusantara. Mengangkat kekayaan rempah dan tradisi leluhur, perusahaan ini sukses memikat konsumen internasional lewat produk unggulan mereka, Herbal Wedang Dayak. Produk kaya khasiat ini berhasil menembus dua benua sekaligus. Sebanyak 7 kg produk senilai USD 429 telah sukses dikirim ke Malaysia, sementara 12 kg berikutnya senilai USD 450 segera menyusul untuk memenuhi permintaan pasar di Australia. Keberhasilan ini menegaskan bahwa produk tradisional berbasis budaya Nusantara memiliki daya tarik yang sangat kuat di pasar global yang kian menggemari gaya hidup sehat alami.
Di balik keberhasilan menembus batas negara tersebut, tersimpan kerja keras kolaboratif lintas instansi yang memberikan angin segar bagi para pelaku UMKM. Acara pelepasan ekspor ini dirangkai bersama penandatanganan Komitmen Bersama Tindak Lanjut Sinergi dan Kolaborasi Peningkatan Akses Pasar Ekspor UMKM. Kolaborasi ini melibatkan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Bea Cukai Balikpapan, Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Lembaga National Single Window (LNSW), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.
Bagi para pelaku usaha, kehadiran dan sinergi instansi pemerintah ini memberikan rasa aman dan kemudahan dalam mengurus berbagai aspek legalitas maupun kepabeanan. Penyerahan Sertifikat Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME) kepada UMKM binaan menjadi tiket resmi yang membuka jalan lempang menuju pasar ekspor. Terlebih lagi, integrasi sistem melalui portal UKM Ekspor Kementerian Keuangan kini semakin memudahkan para pelaku usaha untuk mengakses berbagai fasilitas dan pendampingan yang transparan dan efisien.
Keberhasilan Koperasi Kriya Inovasi Mandala dan PT Bungas Food Nusantara diharapkan mampu memantik semangat dan inspirasi bagi ribuan UMKM lainnya di Kalimantan Timur. Dari bahan baku sederhana yang diolah dengan ketekunan, didukung oleh ekosistem pembinaan yang solid, produk lokal terbukti mampu berbicara banyak di panggung dunia. Dari Balikpapan, langkah kecil hari ini telah menjelma menjadi lompatan besar menuju masa depan ekspor Indonesia yang semakin mendunia.
